Senin, 01 Oktober 2012

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN DAN KEAKTIFAN BELAJAR MAHASISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI


Pendahuluan
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempercepat modernisasi di segala bidang, berbagai perkembangan itu semakin kuat sejalan dengan tuntutan reformasi dan globalisasi. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta mampu bersaing untuk menghadapi tantangan era globalisasi.
Sumber daya manusia yang berkualitas akan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki suatu bangsa dan Negara. Salah satu upaya untuk membina dan membangun sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan memberikan pendidikan formal, pendidikan di dalam keluarga maupun pendidikan di dalam masyarakat. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.
Prestasi merupakan salah satu hal sangat penting dalam mengukur kecerdasan kehidupan bangsa. Prestasi adalah hasil usaha yang telah dicapai oleh mahasiswa dari kegiatan belajar mengajar yang dapat merubah tingkah laku mahasiswa menjadi lebih baik, sedangkan belajar adalah perubahan tingkah laku yang meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan dan aspek yang lain sebagai  hasil dari pengaaman dan latihan. Menurut pendapat Tirtonegoro (2001:43) “prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu”. Sedangkan menurut Sukmadinata (2003: 101) “prestasi belajar adalah realisasi atau pemekaran dari kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang” Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai setiap mahasiswa setelah melalui proses belajar mengajar dan hasil tersebut dapat berupa nilai angka maupun huruf dalam jangka waktu tertentu guna mencapai hasil yang ingin dituju.
Prestasi belajar banyak dipengaruhi oleh beberapa variable dintaranya penggunaan media pembelajaran dan kekatifan. Media pembelajaran merupakan sarana prasarana pengajaran yang menunjang kegatan dalam perkuliahan. Media pembelajaran dapat menunjang kelancaran proses belajar mengajar, untuk itu banyak anjuran penggunaan media pembelajaran di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal.  Media selain digunakan untuk mengantarkan pembelajaran secara utuh, dapat juga digunakan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan penguatan maupun motivasi. Media selain digunakan untuk mengantarkan pembelajaran secara utuh, dapat juga digunakan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran, memberikan penguatan maupun motivasi. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat atau sarana komunikasi yang digunakan untuk proses pembelajaran.
Disamping media pembelajaran yang mempengaruhi prestasi belajar adalah keaktifan belajar mahasiswa. Peserta didik yang terlibat aktif dalam  kegiatan belajar mengajar akan rajin dalam mengikuti perkuliahan, jika belum jelas maka mahasiswa akan bertanya kepada dosen atau temannya sedangkan mahsiswa yang kurang aktif cenderung diam jika ada materi yang belum jelas dan malu bertanya, sehingga mahasiswa menjadi tidak suka mengikuti perkuliahan tersebut. Hal ini akan mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa.
Keaktifan belajar peserta didik sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar karena apabila pesrta didik aktif maka kegiatan belajar mengajar akan menarik, di mana peserta didik akan termotivasi dalam kegiatan belajar mengajar karena dalam belajarnya merasa nyaman dan ada hal yang perlu dipersaingkan diantara mereka dan dapat meningkatkan prestasi belajar mereka. Pendapat lain dikemukakan Soemanto (2003:107) macam-macam keaktifan belajar yang dapat dilakukan oleh siswa dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut: 1) Mendengarkan. 2) Meraba. 3) Memandang. 4) Menulis atau mencatat. 5) Membaca. 6) Membuat ringkasan. 7) Membuat table, diagram dan bagan.8) menyusun kertas kerja. 9) Mengingat. 10) Berfikir. 11) Latihan atau praktek. Dapat disimpulkan bahwa keaktifan dalam proses pembelajaran meliputi turut serta dalam mengerjakan tugas belajar, melibatkan dalam proses pemecahan masalah, melaksanakan diskusi kelompok sesui dengan petunjuk dosen, menilai kemampuan dirinya dari hasil yang diperolehnya, melatih diri dalam menyekasikan soal dan permasalahan sejenisnya, menggunakan kesempatan yang telah diperolehnya dalam menyelesaiak permasalahan sejenis, memperhatikan guru, bertanya dan mengeluarkan ide dan gagasannya.
Penelitian ini menggunakan mata kuliah kewirausahaan sebagai sarana menggali data prestasi mahasiswa, dimana mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang hampir keseluruhan merupakan teori, untuk itu media dan keaktifan sangat diperlukan guna meningkatkan prestasi belajarnya.

Metode Penelitian
            Penelitian ini deskriptif kuantitatif karena penelitian ini tertuju pada pemecahan masalah yang akan diteliti dengan menggambarkan suatu objek penelitian yaitu mencari data-data yang berhubungan dengan prestasi belajar karena adanya pengaruh dari media pembelejaran dan keaktifan  belajar mahasiswa dan pada penyajian datanya melibatkan perhitungan atau angka.
Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan akuntansi UMS angkatan 2009/2010, sedangkan objek penelitian ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Waktu penelitian ini dilaksankan pada bulan Desember sampai dengan bulan April. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa studi pendidikan akuntansi UMS angkatan 2009/2010, sampel yang diambil sebanyak 75 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling, data yang diperlukan diperoleh melalui angket yang sebelumnya telah diujicobakan dengan uji validitas dan reliabilitas. Subjek uji coba angket adalah 20 mahasiswa yang bukan anggota sampel, tetapi dalam populasi yang sama dengan subjek penelitian. Uji instrument analisis yang digunakan adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yaitu uji regresi linier berganda, uji F, uji t dan sumbangan relative dan efektif.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
1.    Uji Validitas Angket Penggunaan Media Pembelajaran
Uji validitas yang dilakukan adalah validitas internal, yaitu konsistensi masing-masing item dengan item keseluruhan, yaitu dengan cara mengkorelasikan masing-masing item dengan item keseluruhan menggunakan korelasi product moment. Kriteria uji validitas adalah, item dikatakan valid jika harga rhitung > rtabel. atau nilai signifikansi < 0,05 dan item dikatakan tidak valid jika harga rhitung < rtabel atau nilai signifikansi > 0,05. Dari hasil perhitungan SPSS terdapat diketahui bahwa tidak semua item dinyatakan valid, dinyatakan valid jika memiliki nilai rhitung > rtabel dan nilai signifikansi < 0,05. Kemudian terdapat 2 item soal yang dinyatakan tidak valid karena memiliki nilai rhitung < rtabel dan nilai signifikansi > 0,05. Dengan demikian soal angket yang valid dapat digunakan sebagai instrumen penelitian selanjutnya. Sedangkan untuk angket yang tidak valid dikeluarkan.
2.      Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Mahasiswa
Uji validitas yang dilakukan adalah validitas internal, yaitu konsistensi masing-masing item dengan item keseluruhan, yaitu dengan cara mengkorelasikan masing-masing item dengan item keseluruhan menggunakan korelasi product moment. Kriteria uji validitas adalah, item dikatakan valid jika harga rhitung > rtabel atau nilai signifikansi < 0,05 dan item dikatakan tidak valid jika harga rhitung < rtabel atau nilai signifikansi > 0,05. Dari hasil perhitungan SPSS diketahui bahwa tidak semua item dinyatakan valid, dinyatakan valid jika memiliki nilai rhitung > rtabel dan nilai signifikansi < 0,05. Kemudian terdapat 2 item soal yang dinyatakan tidak valid karena memiliki nilai rhitung < rtabel dan nilai signifikansi > 0,05. Dengan demikian soal angket yang valid dapat digunakan sebagai instrumen penelitian selanjutnya. Sedangkan untuk angket yang tidak valid dikeluarkan.

3.      Uji Reliabilitas Angket
Uji reliabilitas angket dilakukan menggunakan rumus alpha. Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai koefisien reliabilitas soal angket variabel penggunaan media pembelajaran sebesar 0,918. Dan variabel keaktifan belajar mahasiswa reliabilitasnya sebesar 0,832. Berdasarkan nilai koefisien reliabilitas tersebut dapat dikatakan bahwa angket penggunaan media pembelajaran dan angket keaktifan belajar mahasiswa memiliki reliabilitas yang sangat tinggi. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas, maka dapat simpulkan bahwa angket tersebut sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian. Berdasrkan hasil uji yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa angket yang digunakan sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian
4.      Uji Prasyarat Analisis
a.       Uji Normalitas
Ringkasan Uji Normalitas
Variabel
N
Harga L0
sig.
Kesimpulan
Lhitung
L0,05,75
Penggunaan Media Pembelajaran
Keaktifan Belajar Mahasiswa
Prestasi Belajar Mahasiswa
75
 75
75
0,077
0,096
  0,101
0,102
0,102
0,102
0,200
0,081
0,055
Normal
Normal
Normal
Dari Tabel di atas diketahui harga Lhitung < Ltabel dan nilai signifikansi > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data sampel dari masing-masing variabel berdistribusi normal.


b.      Uji Linieritas
Ringkasan Uji Linearitas
Variabel yang diukur
Harga F
sig.
Kesimpulan
Fhitung
FTabel
X1Y
X2Y
0,764
0,744
F0,05;12,61 = 1,915
F0,05;16,57 = 1,824
0,684
0,738
Linear
Linear

Diketahui bahwa hasil uji linearitas diperoleh harga Fhitung < Ftabel dan nilai signifikansi > 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan antara masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat dalam bentuk linear.
5.      Analisis Regresi Linear Berganda
Rangkuman Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Variabel
Koefisien Regresi
t
Sig
Konstanta
17,742
2,047
0,044
Penggunaan Media Pembelajaran
0,693
2,893
0,005
Keaktifan Belajar Mahasiswa
0,602
3,046
0,003
F hitung = 16,996
R2 = 0,321

Berdasarkan Tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Y = 17,742 + 0,693X1 + 0,602X2. Persamaan tersebut berarti bahwa prestasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa.



Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari persamaan regresi linier sebagai berikut Y = 17,742 + 0,693X1 + 0,602X2, berdasarkan persamaan tersebut terlihat bahwa koefisien regresi dari masing-masing variabel independen bernilai positif, artinya variabel penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa.
1.      Hubungan penggunaan media pembelajaran terhadap prestasi belajar
Hasil uji hipotesis pertama diketahui bahwa koefisien arah regresi dari variabel penggunaan media pembelajaran (b1) adalah sebesar 0,693 atau positif, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel penggunaan media pembelajaran berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa. Berdasarkan uji keberartian koefisien regesi linear berganda untuk variabel penggunaan media pembelajaran (b1) diperoleh thitung > ttabel, yaitu 2,893 > 1,993 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,005, dengan sumbangan relatif sebesar 48,3% dan sumbangan efektif 15,5%. Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat dikatakan bahwa semakin baik penggunaan media pembelajaran akan semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa. Sebaliknya semakin rendah penggunaan media pembelajaran, maka semakin rendah pula prestasi belajar mahasiswa. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Hamalik dalam Arsyad (2007 : 15) menyebutkan bahwa penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu dalam keefektifan belajar  dalam menyampaikan pesan dan ini pelajaran , media pembelajaran juga dapat membantu mahasiswa dalam memahami mata kuliah sehingga meningkatkan prestasi belajar mahasiswa.

2.      Hubungan keaktifan belajar terhadap prestasi belajar
Hasil uji hipotesis kedua diketahui bahwa koefisien regresi dari variabel keaktifan belajar mahasiswa (b2) adalah sebesar 0,602 atau bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel keaktifan belajar mahasiswa berpengaruh positif terhadap prestasi belajar mahasiswa.  Berdasarkan uji t untuk variabel keaktifan belajar mahasiswa (b2) diperoleh thitung > ttabel, yaitu 3,046 > 1,993 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,003, dengan sumbangan relatif  sebesar 51,7% dan sumbangan efektif 16,6%. Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat dikatakan bahwa semakin baik keaktifan belajar mahasiswa akan semakin tinggi prestasi belajar mahasiswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar mahasiswa akan semakin rendah prestasi belajar mahasiswa. Hal tersebut sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Syaiful Bahri Djamarah (2002 : 38) dan dapat disimpulkan bahawa keaktifan belajar juga memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar, prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya dalah keaktifan belajar dalam memperoleh prestasi yang baik tentunya mahasiswa harus belajar semakin aktif mahasiswa aktif dalam pembelajaran maka semakin tinggi juga prestasi belajarnya, karena aktif dalam belajar pemahaman tentang pembelajaran akan semakin baik pula dan itu mempengaruhi presatasi belajarnya.
3.      Hubungan penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar terhadap pretasi belajar
Berdasarkan uji keberartian regresi linear berganda atau uji F diketahui bahwa nilai Fhitung > Ftabel, yaitu 16,996 > 3,124 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000. Hal ini berarti penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa secara bersama-sama berpengaruh signifikan. Berdasarkan kesimpulan tersebut dapat dikatakan bahwa kecenderungan peningkatan kombinasi penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa akan diikuti peningkatan prestasi belajar mahasiswa, sebaliknya kecenderungan penurunan kombinasi variabel penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa akan diikuti penurunan akan prestasi belajar mahasiswa. Sedangkan koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,321, arti dari koefisien ini adalah bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi variabel penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa adalah sebesar 32,1% sedangkan 67,9% dipengaruhi oleh variabel lain.
Dari hasil perhitungan diketahui bahwa variabel penggunaan media pembelajaran memberikan sumbangan relatif sebesar 48,3% dan sumbangan efektif 15,5%. Variabel keaktifan belajar mahasiswa memberikan sumbangan relatif sebesar 51,7% dan sumbangan efektif 16,6%. Dengan membandingkan nilai sumbangan relatif dan efektif nampak bahwa variabel keaktifan belajar mahasiswa memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar mahasiswa dibandingkan variabel penggunaan media pembelajaran.

Kesimpulan
            Dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.      Penggunaan media pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa, dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis regresi linier berganda (uji t) diketahui bahwa thitung > ttabel, yaitu 2,893 > 1,993 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,005, dengan sumbangan efektif sebesar 15,5%.
2.      Keaktifan belajar mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa, dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis regresi linier berganda (uji t) diketahui bahwa thitung > ttabel, yaitu 3,046 > 1,993 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,003, dengan sumbangan efektif sebesar 16,6%.
3.      Penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa, dapat diterima. Hal ini berdasarkan analisis variansi regresi linier berganda (uji F) diketahui bahwa Fhitung > Ftabel, yaitu 16,996 > 3,124 dan nilai signifikansi < 0,05, yaitu 0,000.
4.      Hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0,321 menunjukkan bahwa besarnya pengaruh penggunaan media pembelajaran dan keaktifan belajar mahasiswa terhadap prestasi belajar mahasiswa, adalah sebesar 32,1% sedangkan 67,9% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.


Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raya Grafinda Perkasa.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 1990. Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Sukmadinata. Nana Syaodih. 2003. Landasan Psikologi Proses Penddikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tirtonegoro, H. 2001. Anak Super Normal dan Program Pendidikannya. Jakarta: Bina Aksara

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar